Surumba.com — Pemerintah Kabupaten Buton menyiapkan langkah revitalisasi Pasar Kaloko pasca kebakaran dengan mengajukan proposal pembangunan pasar modern berstandar nasional (SNI) ke Kementerian Perdagangan Republik Indonesia. Nilai anggaran yang diusulkan mencapai lebih dari Rp40 miliar.

Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Buton, Asrudin, S.Sos., M.Si., mengatakan pengajuan tersebut merupakan tindak lanjut dari rapat koordinasi yang dilaksanakan pada 31 Desember 2025, yang dipimpin langsung Bupati Buton Alvin Akawijaya Putra dan dihadiri unsur Forkopimda, DPRD, OPD terkait, pihak perbankan, serta perwakilan pedagang Pasar Kaloko.

“Pak Bupati sudah diagendakan untuk melakukan audiensi khusus dengan Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan dalam waktu dekat. Tujuannya untuk menyampaikan proposal pembangunan atau revitalisasi Pasar Kaloko,” kata Asrudin saat ditemui di lokasi Pasar Kaloko, Jumat (2 Januari 2026).

Menurut Asrudin, pihak Kementerian Perdagangan telah merespons rencana tersebut. Ia menyebut dirinya dihubungi oleh Ketua Tim Identifikasi, Verifikasi, Rehabilitasi, dan Revitalisasi Pasar Kementerian Perdagangan yang menyampaikan rencana audiensi pada Januari ini.

“Pasar Kaloko yang diusulkan nantinya direncanakan menjadi pasar modern berstandar SNI. Perkiraan anggaran yang diajukan sekitar 40 miliar lebih,” ujarnya.

Sementara menunggu proses pengajuan dan keputusan dari pemerintah pusat, Pemerintah Kabupaten Buton terlebih dahulu melakukan penataan awal di lokasi pasar. Asrudin menjelaskan, pembongkaran seluruh bangunan di Pasar Kaloko dilakukan setelah adanya hasil penilaian teknis dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR).

“Dari laporan teknis Kadis PUPR, sebagian bangunan yang tidak terbakar juga sudah tidak layak karena kondisinya keropos. Berdasarkan laporan tersebut, diputuskan seluruh bangunan dirobohkan,” jelasnya.

Selain itu, pemerintah daerah juga menyiapkan penanganan sementara bagi aktivitas perdagangan. Dinas Perdagangan telah mengalokasikan anggaran sekitar Rp300 juta untuk pembangunan kios dan lapak sementara yang akan ditempatkan di area pelataran parkir dan terminal sekitar Pasar Kaloko.

“Untuk sementara, lokasi bekas pasar ini akan difungsikan sebagai jalan keliling dan terminal sementara untuk pengunjung, sambil kita menunggu proses pembangunan lebih lanjut,” kata Asrudin.

Ia menambahkan, pemerintah daerah telah menunjuk konsultan untuk melakukan pengukuran dan penyusunan desain kios sementara agar dapat segera dibangun dan digunakan oleh pedagang terdampak. (Adm)