Surumba.com — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buton masih menunggu kepastian dukungan dari pemerintah pusat terkait rencana revitalisasi Pasar Kaloko, Kelurahan Takimpo, Kecamatan Pasarwajo. Upaya lobi terus dilakukan menyusul kebakaran yang menghanguskan pasar tersebut pada 29 Desember 2025 lalu.

Bupati Buton Alvin Akawijaya Putra mengatakan, pembangunan yang saat ini dilakukan di lokasi Pasar Kaloko bersifat sementara, bukan pasar permanen. Pemkab, kata dia, masih memprioritaskan upaya mendapatkan bantuan revitalisasi dari pemerintah pusat.

“Yang kita dirikan sekarang ini masih sementara, bukan pasar permanen. Untuk pembangunan permanen, kita masih harus berkecimpung di pusat,” ujar Alvin saat ditemui usai peletakan batu pertama pembangunan lapak sementara Pasar Kaloko, Senin (5 Januari 2026).

Alvin mengungkapkan, komunikasi telah dilakukan dengan sejumlah pihak di Kementerian Perdagangan. Namun, ia mengakui kondisi keuangan pemerintah pusat saat ini juga sedang tidak stabil sehingga proses pengajuan bantuan membutuhkan waktu dan upaya lanjutan.

“Saya sudah berbicara dengan pihak-pihak Kementerian Perdagangan. Kita tahu kondisi keuangan pusat juga kurang stabil, tapi kita akan terus dorong,” katanya.

Menurut Alvin, kebakaran Pasar Kaloko semestinya menjadi dasar kuat bagi daerah untuk mendapatkan perhatian dan bantuan dari pemerintah pusat, mengingat peristiwa tersebut termasuk dalam kategori bencana.

Sambil menunggu proses revitalisasi permanen, Pemkab Buton memutuskan membangun lapak sementara di lokasi Pasar Kaloko. Keputusan ini diambil setelah dilakukan pertemuan dengan para pedagang, menyusul munculnya wacana pemanfaatan Pasar Ompu sebagai lokasi relokasi sementara.

Dalam pertemuan tersebut, pedagang diberikan dua pilihan, yakni menggunakan Pasar Ompu atau tetap beraktivitas di Pasar Kaloko dengan fasilitas sementara. Hasilnya, mayoritas pedagang memilih bertahan di Pasar Kaloko.

Pemkab pun menyadari konsekuensi dari pilihan tersebut, termasuk waktu pengerjaan dan biaya pembangunan lapak sementara yang tidak sedikit. Namun, keputusan tetap diambil untuk mengakomodasi kebutuhan pedagang agar aktivitas ekonomi bisa segera berjalan kembali.

Di sisi lain, proses penyelidikan penyebab kebakaran Pasar Kaloko hingga kini masih berlangsung. Kepolisian belum menyampaikan hasil resmi terkait penyebab kebakaran karena keterbatasan saksi di lokasi kejadian.

Alvin berharap masyarakat dapat bersabar dan tidak terprovokasi selama proses pemulihan pasca kebakaran berlangsung. 

Ia menekankan pentingnya menjaga suasana kondusif agar upaya pemulihan, baik pembangunan sementara maupun lobi ke pemerintah pusat, dapat berjalan lancar.

Pemkab Buton memastikan akan terus mengupayakan dukungan pemerintah pusat agar revitalisasi Pasar Kaloko secara permanen dapat segera terealisasi. (Adm)