Rombongan Laskar Rempah KRI Dewaruci Sambangi Buton

Sekda Buton saat menyambut kedatangan Laskar Rempah KRI Dewaruci di Takawa (Foto Ist)

SURUMBA.com - Laskar Rempah yang tergabung dalam rombongan Muhibah Budaya Jalur Rempah, yang melakukan perjalanan jalur laut menelusuri titik-titik rempah di Nusantara menggunakan Kapan TNI-AL Dewa Ruci mentambangi Kabupaten Buton. 

Mereka berjumlah 67 orang perwakilan 34 provinsi. Rombongan tersebut diterima di Kantor Bupati Buton, Takawa dan disambut dengan Tarian Mangaru Adat Buton, Kamis (9/6/2022). 

Di Takawa, mereka disambut Sekretaris Daerah (Sekda) Buton, La Ode Zilfar Djafar, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), dan sejumlah Kepala OPD lingkup Pemkab Buton.

"Atas nama pemerintah dan mewakili Bupati Buton, saya ucapkan selamat datang kepada seluruh peserta di daerah penghasil aspal terbesar," ucap Sekda Zilfar Djafar dalam sambutannya. 

Lebih lanjut, Zilfar mengucapkan terima kasih kepada seluruh tim Laskar Rempah Nusantara yang telah menetapkan Kabupaten Buton sebagai salah satu daerah dari jalur yang dilewati oleh seluruh peserta. 

"Ini membanggakan buat kami, karena sekaligus menjadi promosi budaya dan sejarah sebagai icon destinasi wisata," tutur Jenderal ASN Buton itu.

"Potensi sejarah Kabupaten Buton sebagai icon destinasi wisata budaya dan sejarah kedepannya karena tak dapat dipungkiri Buton dikenal sebagai daerah eks kerajaan dan kesultanan, yang mana pada masa lalu menjadi bagian yang tak terpisahkan dari jalur perdagangan Rempah Nusantara yang berjaya pada masanya," sambungnya. 

Sebagai daerah penghasil aspal alam terbesar di dunia, selain Trinidad and Tobago, Zilfar mengungkapkan bahwa cadangan deposit aspal alam Buton mencapai 677 juta ton.

Selain potensi sumber daya alam, Zilfar juga memaparkan potensi pariwisata, budaya, perikanan dan pertanian yang ada di Buton. 

Sementara itu, Direktur Pembinaan Tenaga dan Lembaga Kemendikbud Ristek, Yudi Wahyudi mengapresiasi dan berterimakasih atas sambutan dari Pemerintah Kabupaten Buton yang sangat luar biasa.

Menurutnya, Buton merupakan salah satu titik wilayah strategis untuk kunjungan rombongan Muhibah Budaya Jalur Rempah. Pasalnya, zaman dulu pelabuhan Baubau merupakan tempat efisien bertemunya para saudagar karena biayanya yang murah, sehingga saat ini Buton dijadikan salah satu titik yang dikunjungi tim Laskar Rempah.

"Dari situlah yang menyebabkan pimpinan kami sepakat untuk menjadikan Buton menjadi salah satu titik kunjungan Muhibah Budaya Jalur Rempah," ujarnya. 

Usai diterima di Kantor Bupati Buton, rombongan Laskar Rempah kemudian mengunjungi PT. Wika Bitumem di Desa Mantowu, Kecamatan Pasarwajo.

Di tambang Aspal itu, Laskar Rempah dan awak KRI Dewaruci berkeliling melihat proses produksi Aspal dari penambangan hinga produksi menjadi aspal siap pakai.

Selanjutnya, rombongan Laskar Rempah mengunjungi Desa Bajo Bahari, Kecamatan Wabula. (din) 

TERKINI