Surumba.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buton bergerak cepat merespons insiden ambruknya sebagian bangunan Pasar Kaloko di Kelurahan Takimpo, Kecamatan Pasarwajo, akibat angin kencang yang terjadi pada Kamis (15 Januari 2026).
Pasar tersebut merupakan pasar sementara yang dibangun pasca kebakaran akhir Desember 2025 lalu, guna memulihkan aktivitas ekonomi para pedagang.
Sebagai tindak lanjut, Bupati Buton Alvin Akawijaya Putra bersama sejumlah jajaran meninjau langsung lokasi kerusakan pada Jumat (16 Januari 2026). Kunjungan ini dilakukan untuk memastikan kondisi di lapangan sekaligus merumuskan langkah penanganan agar aktivitas ekonomi masyarakat dapat segera kembali berjalan.
“Kita tidak bisa menunda karena pasar adalah pusat aktivitas ekonomi warga. Pemerintah Kabupaten bersama Pihat terkait akan berkoordinasi agar perbaikan bisa segera dilaksanakan,” ujar Bupati saat meninjau lokasi.
Bupati Buton tiba di lokasi sekitar pukul 10.34 Wita dan langsung meninjau bagian bangunan yang mengalami kerusakan. Dalam kesempatan tersebut, Bupati menegaskan kepada pihak pekerja agar proses perbaikan dilakukan secara maksimal dan sesuai dengan konstruksi yang ditetapkan.
“Kami berharap perbaikan segera dilakukan agar masyarakat merasa aman dan nyaman kembali,” ungkapnya.
Selain itu, Bupati juga memerintahkan pihak pengelola pasar untuk memasang tanda larangan bagi warga agar tidak mendekati area pengerjaan demi menjaga keselamatan selama proses perbaikan berlangsung.
Usai melakukan peninjauan, Bupati bersama rombongan juga berdialog dengan para pedagang untuk mendengarkan kondisi serta memastikan aktivitas ekonomi dapat segera pulih.
Bupati berharap proses perbaikan Pasar Kaloko dapat diselesaikan dalam waktu dekat sehingga tidak mengganggu perekonomian masyarakat dan para pedagang dapat kembali beraktivitas dengan lancar.
Berdasarkan informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), angin kencang melanda sebagian wilayah Sulawesi Tenggara, termasuk Kabupaten Buton, pada Kamis (15 Januari 2026). Dalam informasi BMKG disebutkan kondisi sinoptik menunjukkan pola angin umumnya bertiup dari Barat Daya hingga Barat Laut dengan kecepatan berkisar antara 2 hingga 20 knot.
Kecepatan angin tertinggi tercatat mencapai 25 knot atau setara 6 skala Beaufort di sejumlah perairan, antara lain Teluk Bone, Perairan Baubau, Perairan Buton, Laut Flores Selatan Buton, Perairan Wakatobi, dan Laut Banda Timur Wakatobi. (Adm)